Urgensi Menghapus Pinjol Pindar dari Bumi Indonesia

 


Opini – Ekonomi & Kehidupan Sosial

Di tengah geliat ekonomi digital yang makin maju, ada satu “penumpang gelap” yang terus bikin rakyat geleng-geleng kepala: pinjaman online ilegal, termasuk tipe pinjol pindar—muncul tiba-tiba, menjerat cepat, dan lenyap saat urusan mulai panas. Fenomena ini bukan sekadar gangguan kecil; ia sudah berubah menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi rakyat kecil.

1. Beban Ekonomi yang Menggerogoti dari Dalam

Pinjol pindar biasanya hadir dengan bunga yang tak ramah logika. Hari ini pinjam 1 juta, dua minggu kemudian bisa berbunga seolah-olah yang dipinjam buat bangun ruko dua lantai. Ketika masyarakat terlilit, daya beli turun, produktivitas menurun, dan ekonomi lokal tersendat. Rentetan kecil, tapi efeknya bisa jadi bola salju.

2. Teror Psikologis yang Dianggap “Bukan Urusan Ekonomi”

Yang paling menakutkan justru bukan tagihan, tapi tekanan psikologis. Dari spam telepon, pesan bernada ancaman, sampai intimidasi keluarga yang tak tahu apa-apa. Banyak korban yang akhirnya kehilangan fokus kerja, kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan arah hidup. Dalam skala masif, ini menggerus kualitas sosial masyarakat.

3. Kebocoran Data: Bom Waktu Dunia Digital

Pinjol pindar kerap meminta akses kontak, galeri, hingga lokasi. Setelah data diambil, nasabah yang telat bayar langsung diserang dengan metode yang bahkan tidak dipakai humas zaman batu sekalipun. Data pribadi yang bocor adalah ancaman jangka panjang—bisa diperdagangkan, disalahgunakan, atau dipakai untuk kejahatan lain.

4. Efek Domino ke Stabilitas Finansial Nasional

Walaupun tampak kecil, akumulasi masalah pinjol ilegal menciptakan tekanan ekonomi bawah yang pada akhirnya masuk ke statistik makro: meningkatnya NPL (non-performing loan), turunnya indeks kepercayaan konsumen, serta meluasnya masyarakat yang terperangkap utang tanpa produktivitas. Negara butuh rakyat yang kuat, bukan rakyat yang dikejar debt collector virtual 24 jam.

5. Penegakan Hukum Harus Setegas “Sikat Sampai Bersih”

Menghapus pinjol pindar bukan sekadar menurunkan aplikasi dari Play Store. Ini urusan ekosistem: pemutusan jalur pembayaran ilegal, penindakan operator, edukasi masyarakat, serta pembenahan regulasi. Langkah tegas ini akan menjadi pagar pelindung agar masyarakat tidak terus jatuh ke lubang yang sama.

6. Fintech Sehat Wajib Didorong, yang Abal-abal Harus Gulung Tikar

Indonesia butuh ekosistem fintech yang kuat, bukan yang membuat rakyat trauma mendengar kata “pinjaman”. Fintech legal, bunga transparan, edukatif, dan diawasi OJK harus mendapat panggung. Sementara pinjol pindar? Harus dipindahkan dari bumi Indonesia, dengan catatan: jangan balik lagi lewat pintu belakang.


Kesimpulan
Menghapus pinjol pindar adalah urusan mendesak. Ini bukan sekadar membersihkan “gangguan digital”, tapi upaya menyehatkan ekonomi nasional dan melindungi martabat masyarakat. Semakin cepat diberantas, semakin cepat Indonesia bisa melangkah menuju ekonomi digital yang adil, aman, dan bermartabat.

Buat Anda warga Gresik  Tanda tangani petisi

Next Post Previous Post