Lestarikan Tradisi dan Penuh Syukur, Warga Dusun Gempal Gelar Sedekah Bumi Dengan Hiburan Ludruk
![]() |
Foto dok. Pemdes : Kades Lundo, Nanang Sucipto,saat memberi sambutan dalam acara Sedekah Bumi di Dusun Gempal, Desa Lundo, Sabtu, 3 Oktober 2026.
|
GRESIKNEWS.ID - Sedekah Bumi di Dusun Gempal, Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur berlangsung sangat meriah dan khidmat, Sabtu, 3 Oktober 2026. Berbagai kegiatan adat warisan leluhur kian istimewa dan terasa hangat.
Kepala Desa (Kades) Lundo, Nanang Sucipto,
hadir bersama Kepala Dusun (Kasun) Babinsa Desa Lundo, Peltu Sunardi.
Sejak pagi hingga malam hari, ribuan
warga tampak antusias memadati lokasi acara untuk memanjatkan doa bersama
sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil pertanian dan keselamatan Desa.
Puncak kemeriahan perayaan ini ditandai dengan digelarnya pertunjukan kesenian
tradisional Ludruk Budhi Wijaya yang sukses menghibur seluruh elemen
masyarakat.
Dalam sambutannya, Kades Lundo Nanang
Sucipto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah
dusun, Karang Taruna (Kartar), serta seluruh lapisan masyarakat Dusun Gempal
yang telah bergotong royong menyukseskan acara sakral ini.
“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah
Desa Lundo sangat mengapresiasi kerja keras Kepala Dusun (Kasun), rekan-rekan
Karang Taruna, dan seluruh warga Dusun Gempal. Sedekah bumi ini merupakan
tradisi luhur warisan nenek moyang yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama,"
kata Nanang dalam rilisnya Minggu, 4 Oktober 2026.
Kades Nanang menekankan, tradisi ini
bukan sekadar momentum seremonial belaka, melainkan sarana mempererat tali
silaturahmi sekaligus memanjatkan doa agar sektor pertanian di wilayahnya
semakin maju.
“Melalui doa bersama dalam sedekah bumi
ini, kita berharap para petani di Desa Lundo, khususnya Dusun Gempal,
senantiasa diberikan kemakmuran, hasil panen yang melimpah, serta terhindar
dari segala bentuk bencana,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kades Nanang juga memuji
kekompakan Dusun Gempal dan berharap, semangat kebersamaan ini dapat menular ke
dusun-dusun lain di wilayah Desa Lundo. Menurutnya, potensi budaya dan
kebersamaan warga Dusun Gempal pantas menjadi teladan bagi penyelenggaraan
kegiatan serupa di tingkat Desa.
Pagelaran Ludruk Budhi Wijaya sukses
menjadi hiburan penutup yang menyatukan seluruh warga Desa Lundo dalam
kehangatan budaya.
Kehadiran Babinsa Desa Lundo, Peltu
Sunardi, turut memberi rasa aman dan nyaman selama berlangsungnya seluruh
rangkaian acara. Peltu Sunardi mengawal langsung jalannya kegiatan guna
memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap
kondusif dari awal hingga akhir acara.
Sinergi yang solid antara Kades, Babinsa dan
seluruh warga terbukti sukses menjadikan pesta rakyat ini berjalan dengan aman,
tertib dan penuh kekeluargaan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada seluruh warga. Harapan saya, kemeriahan dan kekompakan seperti ini tidak
hanya berhenti di Dusun Gempal, tetapi juga bisa diselenggarakan oleh
dusun-dusun lainnya, bahkan menjadi agenda besar di tingkat desa. Mari kita nikmati
hiburan pentas seni tradisional ini dengan tetap menjaga ketertiban dan
keamanan bersama," katanya. (youn).
