Gabung BPJS Ketenagakerjaan, Keluarga Almarhum Mendapat Berkah Untuk Mengembangkan Usaha
Foto dok. Nurus: Nurus Shofa penerima klaim BPJS, melayani pembeli kelo kuning, Selasa, 8 September 2026.
GRESIKNEWS.ID - Imam Syafi'ie mantan Kepala SMK 1
Muhammadiyah Gresik ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi guru dan
pegawai sekolah saat awal bencana Covid 2019. Ternyata cukup banyak manfaatnya
yaitu dibayarklaim meninggal dunia.
Lebih lanjut Imam
menambahkan, seiring perjalanan dan ada staf yang meninggal. Kemudian guru yang
ditunjuk untuk mengurusi BPJS Ketenagakerjaan dan benar dibayarkan klaim
meninggal.
“Saat saya
jadi Kepala Sekolah, saya ditawari ikut peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat itu
belum ada referensi, petugasnya bilang ada manfaat dan cuma Rp 10 ribu tiap
peserta. Kami daftarkan 61 orang guru dan pegawai sekolah. Saat ada yang
meninggal dunia, ternyata mendapat klaim,” kata Imam, Selasa, 8 September 2026.
Hal itu
disampaikan Nurus Shofa, janda penerima klaim meninggal sebesar Rp 42 juta,
setelah menerima klaim lewat rekening tabungan. Kemudian, uang itu untuk membesarkan
usaha dan sedekah untuk mantan suaminya.
“Dulu saya
jualan nasi bungkus dan rata-rata setiap hari hanya 20 bungkus. Setelah
menerima klaim kematian dari BPJS Ketenagakerjaan, saya buat untuk membeli
gazebo, membangun tempat makan di tepi bengawan, membeli beberapa perlengkapan,
juga bersedekah di masjid untuk suami dan keluarga. Saat ini setiap hari
minimal masak nasi 10 kilogram habis," kata Nurus Shofa.
Menu masakan beragam,
namun yang paling dikenal oleh para pecinta kuliner adalah kelo kuning
sembilang dan juga beberapa aneka ikan laut .
“Bagi saya sangat bersyukur, dulu suami ikut BPJS yang hanya iuran sekitar Rp 10 ribu. Manfaat yang saya rasakan bisa membesarkan usaha tanpa berhutang, serta bersedekah, terimakasih buat pak Imam yang sudah membuka jalan hidup bagi saya,” kata Shofa. (youn)
