Kapolres Gresik Berganti, AKBP Ramadhan Nasution Resmi Pimpin
Gresiknews.id. Jabatan Kapolres Gresik resmi mengalami pergantian. AKBP Ramadhan Nasution kini mengemban amanah sebagai Kapolres Gresik, menggantikan AKBP Rovan Richard Mahenu. Prosesi serah terima jabatan digelar di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto.
Rotasi jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/B/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025. Dengan pergantian ini, berakhir pula masa kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu yang menjabat sejak Januari 2025.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya. Jabatan tersebut dikenal strategis dan menuntut integritas tinggi, khususnya dalam pengawasan internal serta penegakan disiplin dan kode etik di lingkungan Polri.
Perwira menengah kelahiran Bandung, 10 Mei 1986 ini, memiliki rekam jejak panjang di berbagai satuan. Ia pernah bertugas sebagai Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kasatlantas Polres Madiun, serta Kapolsek Menganti Polres Gresik. Pengalaman tersebut membuatnya tidak asing dengan karakter wilayah maupun dinamika sosial masyarakat Gresik.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2007 ini juga dikenal aktif mengembangkan kapasitas akademik dan kepemimpinan. Ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Jayabaya Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya, serta mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-63 Tahun 2023.
Karier kepolisian Ramadhan Nasution diawali dari penugasan teknis di bidang lalu lintas, baik di Polda Banten maupun Polda Jawa Timur, sebelum kemudian dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat polda. Atas dedikasi dan pengabdiannya, ia menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2024.
Dengan kombinasi pengalaman lapangan, latar belakang akademik, serta pemahaman kuat terhadap pembinaan internal Polri, AKBP Ramadhan Nasution diharapkan mampu membawa Polres Gresik semakin profesional, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi.
Sementara itu, selama hampir satu tahun memimpin Polres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu meninggalkan catatan kinerja yang menonjol. Di bawah kepemimpinannya, Polres Gresik dikenal tegas dalam penegakan hukum, inovatif dalam pelayanan publik, serta aktif membangun kedekatan dengan masyarakat.
Sejumlah pengungkapan kasus besar berhasil menarik perhatian publik, termasuk penanganan perkara pembunuhan, perampokan dengan kekerasan, serta pembongkaran jaringan narkotika berskala besar. Penanganan cepat kasus pembunuhan pengemudi ojek online Sevi Ayu Claudia dan penangkapan buronan Ahmad Midhol menjadi salah satu contoh kerja profesional jajaran Polres Gresik pada periode tersebut.
Komitmen pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan juga diwujudkan melalui pengungkapan sabu dan pil ekstasi dalam jumlah signifikan, serta penindakan terhadap komplotan pencurian kendaraan bermotor bersenjata api. Langkah tegas terhadap kelompok gangster yang meresahkan masyarakat turut memperkuat stabilitas keamanan wilayah.
Di bidang pelayanan publik, AKBP Rovan menggagas inovasi Lapor Kapolres atau LaporCakRoma, sebuah kanal pengaduan berbasis WhatsApp yang mempermudah masyarakat menyampaikan laporan secara cepat. Sejak Maret hingga Desember 2025, tercatat 601 laporan masyarakat masuk melalui layanan tersebut dan ratusan di antaranya berhasil ditindaklanjuti.
Perhatian terhadap aspek sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian dari kepemimpinannya. Optimalisasi layanan ambulans gratis tercatat telah membantu sekitar 100 kali rujukan medis, termasuk bagi warga Pulau Bawean. Ia juga menjadi Kapolres pertama yang membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM langsung di Pulau Bawean.
Dengan gaya kepemimpinan yang responsif, tegas, dan humanis, AKBP Rovan Richard Mahenu aktif membangun sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas digital. Berbagai penghargaan di bidang pelayanan publik, reformasi birokrasi, hingga apresiasi dari media dan internal kepolisian menjadi penanda atas dedikasi dan kinerjanya selama menjabat. (*)

.webp)
.webp)