Kreativitas Karnaval Budaya Desa Brangkal, Sukses Bentuk Cinta Tanah Air Rayakan HUT Ke 81 RI
Foto Dok. Pemdes : Forkopimcam Balongpanggang berfoto bersama peserta karnaval HUT ke 81 RI, Minggu, 4 Oktober 2026.
GRESIKNEWS.ID – Jalanan Desa Brangkal, Kecamatan
Balongpanggang, Kabupaten Gresik, berubah menjadi panggung budaya saat ratusan
warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Karnaval Budaya Nusantara. Kegiatan
rangkaian Hari Ulang Tahun HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, Minggu, 4 Oktober 2026.
Acara yang berlangsung dari sore hingga
malam menampilkan beragam pesona kebudayaan Indonesia. Para peserta tampil
memukau dengan mengenakan busana adat tradisional yang mewakili keberagaman
dari Sabang sampai Merauke.
Miniatur riasan khas dan properti
kebudayaan, pawai ini sukses menyedot perhatian warga sekitar, hingga memadati
sepanjang jalan yang dilalui.
Kegiatan penuh kebangsaan ini dihadiri
langsung jajaran Forkopimcam Balongpanggang serta jajaran Pemerintah Desa
Brangkal. Tampak hadir dalam pemberangkatan kehormatan dan pengawalan Kepala
Desa Brangkal Dodik Setiawan, Camat Balongpanggang Nursalim, Kapolsek
Balongpanggang AKP Wiwid, serta perwakilan dari Koramil Balongpanggang Pelda
Heru.
Kepala Desa Brangkal, Dodik Setiawan,
menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh
lapisan masyarakat Desa Brangkal yang telah berpartisipasi aktif mensukseskan
agenda tahunan ini.
"Kami menguapkan terima kasih yang
tak terhingga kepada seluruh warga masyarakat yang begitu antusias mengikuti
karnaval budaya tahun ini. Swadaya, usaha, dan semangat warga luar biasa,"
kata Dodik Setiawan, Senin, 5 Oktober 2026.
Dodik Setiawan juga berpesan, agar
semangat perlombaan dan pawai ini tidak dinilai dari aspek menang atau kalah
belaka, melainkan dimaknai sebagai ajang merekatkan tali silaturahmi serta
merawat kebudayaan bangsa.
“Kepada seluruh masyarakat, jangan pernah
melihat menang atau kalahnya. Namun, banggalah dengan identitas dan kekayaan
budaya yang kita miliki sendiri. Kehadiran kita di sini adalah wujud persatuan,”
kata Dodik Setiawan.
Sementara Camat Balongpanggang, Nursalim,
memberi apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga Desa Brangkal.
Pihaknya mengaku kagum melihat totalitas para peserta yang tampil begitu
maksimal dan kreatif, hingga pangling dengan penampilan warga, khususnya para
ibu-ibu setempat.
"Saya sangat mengapresiasi keguyuban
dan antusiasme warga Desa Brangkal. Sampai-sampai saya sendiri pangling melihat
ibu-ibu yang tampil begitu anggun dan beda dari biasanya dengan balutan pakaian
adat," kata Nursalim.
Nursalim berharap tradisi positif seperti
ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan kualitas
penyelenggaraannya di masa-masa mendatang.
"Semoga di tahun-tahun berikutnya,
kegiatan seperti ini bisa terselenggara jauh lebih meriah, rapi dan makin
membawa keberkahan bagi Desa Brangkal," katanya.
Ditempat yang sama Pelda Heru, menilai
keberagaman busana yang dikenakan warga bukan sekadar hiasan parade, melainkan
simbol kuat dari semangat Wawasan Kebangsaan.
"Karnaval ini bisa terselenggara
dengan sangat meriah. Kehadiran para peserta yang mengenakan pakaian adat dari
sabang sampai merauke ini menandakan secara jelas bahwa warga Desa Brangkal
benar-benar mencintai Indonesia dan merawat kebhinekaan," ungkap Pelda
Heru.
Di sisi lain, Kapolsek Balongpanggang AKP
Wiwid Mariyanto yang mengawal langsung jalannya keamanan selama acara, turut
memberikan imbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) kepada
seluruh warga yang meninggalkan rumah saat mengikuti karnaval.
"Di tengah kemeriahan acara, kami
tetap menyisipkan pesan Kamtibmas. Kami mengingatkan warga agar selalu
berhati-hati dan waspada sebelum meninggalkan rumah. Pastikan kompor atau
aktivitas bakar-membakar sudah benar-benar padam, serta peralatan listrik yang
tidak terpakai sudah dimatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan," kata AKP Wiwid. (youn)
