Japan Youth Summit 2026, Denada Florencia Leona, Bagikan Perspektif Pendidikan Global dan Riset Kesehatan
Foto Dok. YBB : Denada Florencia Leona, MD, berbagi wawasan mengenai pendidikan tinggi internasional, peluang beasiswa, dan riset kesehatan dalam Japan Youth Summit (JYS) 2026.
GRESIKNEWS.ID
— Denada Florencia Leona, MD, dokter dan akademisi asal Indonesia berbagi
wawasan mengenai pendidikan tinggi internasional, peluang beasiswa, dan riset
kesehatan dalam Japan Youth Summit (JYS) 2026.
Denada merupakan dosen di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Indonesia. Ia sedang menempuh program doktor di Department of Preventive Services, Graduate School of Medicine, Kyoto University.
Pengalaman
akademiknya di Indonesia dan Jepang menjadi landasan dalam membahas pentingnya
pendidikan global serta penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan
masyarakat.
Mengenal Denada Florencia Leona, MD
Denada memiliki latar belakang di bidang kedokteran dan penelitian kesehatan. Fokus risetnya mencakup Emergency Medical Services (EMS), epidemiologi henti jantung di luar rumah sakit (out-of-hospital cardiac arrest atau OHCA), serta sistem perawatan prarumah sakit.
Ia merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk program doktoral. Prestasi akademiknya juga mencakup Best Abstract Award pada 5th Asia-Pacific Cardio Metabolic Syndrome Congress 2022 dan Best Poster Presenter pada International Congress on Lipid & Atherosclerosis 2021 di Seoul, Korea Selatan.
Pendidikan Global dan Peluang Beasiswa
Dalam sesinya di JYS 2026, Denada membahas peran pendidikan tinggi internasional dalam memperluas wawasan, membangun jejaring akademik, dan memperdalam keahlian. Ia juga memperkenalkan berbagai jalur pendanaan studi di luar negeri, termasuk beasiswa LPDP dari Indonesia dan MEXT dari Jepang.
Sejumlah program lain seperti JASSO dan ADB-JSP turut menjadi bagian dari pembahasan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan awal atau latar belakang yang sempurna. Rasa ingin tahu, persiapan, dan ketekunan menjadi bagian penting dalam proses belajar dan penelitian. Kesalahan serta penolakan pun dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki pendekatan dan mempertajam pertanyaan penelitian.
Membahas Sistem Layanan Medis Darurat di Tiga Negara
Selain pendidikan, Denada mengangkat sistem layanan medis darurat atau EMS dengan membandingkan pengalaman Indonesia, Jepang, dan Singapura.
Indonesia menghadapi tantangan berupa wilayah geografis yang luas, distribusi sumber daya yang belum merata, serta sistem layanan darurat yang masih terfragmentasi. Sebagai perbandingan, Jepang memiliki sistem EMS nasional yang terstandar dengan layanan panggilan darurat 119 dan dukungan
helikopter medis. Singapura turut mengembangkan penggunaan AED di ruang publik, edukasi CPR bagi masyarakat, serta teknologi seperti aplikasi MyResponder untuk melibatkan relawan.
Pembahasan tersebut menunjukkan pentingnya mempelajari praktik dari negara lain sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal.
Dalam kondisi henti jantung, tindakan cepat dari orang di sekitar pasien, termasuk melakukan CPR dan menggunakan AED jika tersedia, dapat menjadi bagian penting dari pertolongan awal.
Mendorong Generasi Muda Memulai dari Lingkungan Sekitar
Denada juga mengajak peserta memahami bahwa kontribusi melalui penelitian tidak harus dimulai dari proyek berskala besar.
Prosesnya dapat berawal dari mengenali masalah, menyusun pertanyaan, mengumpulkan data, dan menganalisis temuan sebelum menerapkan perbaikan.
Pesan tersebut mendorong generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan secara langsung di masyarakat. Mulai dari memahami persoalan kesehatan hingga mempelajari keterampilan pertolongan pertama, anak muda dapat mengambil peran tanpa harus
menunggu menjadi ahli.
Melalui pengalamannya di Indonesia dan Jepang, Denada menyoroti pentingnya menghubungkan pembelajaran global dengan kebutuhan lokal. Pendidikan dan penelitian dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi yang relevan serta memberikan dampak nyata. (youn).