Peringati HUT RI ke-81, PT PSL Dorong Transportasi Bersih Emisi melalui Uji Emisi Kendaraan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Foto Dok. Pelindo : uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), 15 September 2026.



 

GRESIKNEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar kegiatan uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

 

Kegiatan tersebut bertajuk ‘Merdeka dari Emisi’. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran akan pentingnya pemeliharaan kendaraan sekaligus mendukung terwujudnya transportasi yang lebih bersih di kawasan pelabuhan.

 

Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, mengatakan bahwa kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan yang beroperasi setiap hari.

 

“Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok dilalui ribuan truk setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang. Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan,” kata Bobby, dalam rilisnya, 15 September 2026.

.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 100 kendaraan peserta, 98 persen kendaraan menunjukkan hasil emisi yang baik dan memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan. Sementara itu, 2 persen lainnya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, guna meningkatkan performa kendaraan sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan.

 

“Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan,” tambah Bobby.

 

Melalui program ‘Merdeka dari Emisi’, PT Pelindo Sinergi Lokaseva berharap dapat menumbuhkan budaya pemeliharaan kendaraan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran terhadap kualitas udara, serta memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan ekosistem kepelabuhanan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

“Pelaksanaan program ‘Merdeka dari Emisi’ juga merupakan bentuk dukungan Pelindo Group terhadap berbagai upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan lainnya, pengendalian emisi di sektor transportasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif,” katanya.

 

Begitu juga disampaikan Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi dan kepelabuhanan.

 

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” kata Suntana.

 

Program pengujian emisi ini sejalan dengan komitmen Pelindo Group dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan di sektor transportasi dan logistik serta mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui upaya mendorong kesadaran dan praktik yang lebih ramah lingkungan.

 

Hal yang sama disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, menegaskan bahwa uji emisi kendaraan merupakan salah satu langkah strategis Pelindo untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih hijau dan ramah lingkungan. 

 

“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” kata Drajat. (youn).
 
Next Post Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio