Pelajar dari Jerman dan India Kompak Memassaak di Ponpes Al Ikhlash bersama Santri
Pelajar Jerman dan India Ikuti Live Cooking dan Pertukaran Budaya di SMK Al Ikhlash Panceng Sabtu, 5 September 2026.
GRESIKNEWS.ID — Suasana berbeda dan penuh nuansa kebersamaan di SMK Al Ikhlash Mulyorejo, Desa Dalegan, Kecamatan
Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu, 5
September 2026.
Sekolah menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Live Cooking sekaligus pertukaran budaya yang mempertemukan pelajar dan tamu dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut dihadiri Nayeera dari Jerman, serta Indira dan Khumar dari India. Kehadiran tamu
internasional menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMK Al Ikhlash
untuk memperkenalkan budaya, tradisi, pendidikan, serta keramahan masyarakat Indonesia.
Kegiatan diawali dengan Welcoming Guests yang diiringi musik gamelan. Para tamu bersama pendamping
dan guru kemudian mengikuti Cultural Welcome, dengan menyaksikan penampilan
musik tradisional Jawa sebagai salah satu bentuk pengenalan kekayaan budaya Indonesia.
Acara dilanjutkan
pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Ketua
Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, perkenalan para tamu, serta sesi pengantar
dan diskusi bersama perwakilan tamu.
Agenda utama, para tamu internasional mengikuti Live Cooking Experience. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi memasak, tetapi juga berkesempatan berbagi pengalaman dan menikmati hasil olahan bersama.
Kehadiran Nayeera dari Jerman serta Indira dan Khumar dari India membuat kegiatan semakin menarik.
Interaksi lintas negara tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk berkomunikasi,
mengenal kebiasaan dan budaya negara lain, sekaligus membangun
keberanian untuk berinteraksi dengan masyarakat internasional.
Setelah kegiatan di sekolah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pasir Putih Beach untuk menikmati suasana pantai sekaligus mempererat kebersamaan. Kegiatan wisata tersebut menjadi penutup rangkaian agenda sebelum para tamu meninggalkan lokasi.
Kepala sekolah SMK Al Ikhlash Abdullah
Alam, berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan
sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas,
tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam membangun
wawasan global dan persahabatan lintas budaya.
Diharapkan, Cook with Heart, Connect with Culture
menjadi semangat dalam kegiatan memasak bersama, berbagi cerita dan
membangun persahabatan tanpa batas negara.
"Memberikan
pengalaman secara nyata serta mempraktekkan bahasa Inggris dengan komunikasi
secara langsung antar pribadi siswa, sehingga pengetahuan, wawasan, serta
kemampuan komunikasi menggunakan bahasa internasional, tentunya membawa kesan
yang cukup mendalam," kata Abdullah Alam. ( youn)
