Mahasiswa UISI Ciptakan Informasi Data Rekam Medis Elektronik Berbasis Blockchain
![]() |
Mahasiswa UISI PKM – KC 2026 yang menemukan Sistem Rekam Medis Elektronik Berbasis Blockchain untuk Mengatasi Fragmentasi Data Pasien Lintas Fasilitas Kesehatan di Indonesia, Rabu, 5 Agustus 2026. |
GRESIKNEWS.ID - Sistem rekam medis berbasis blockchain karya mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) berhasil tembus seleksi nasional Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2026.
Sebuah inovasi
digital dari mahasiswa UISI berhasil menembus seleksi nasional PKM-KC 2026 dan
resmi mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan
Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.
Inovasi tersebut
diraih secara berkolaborasi dari dua program studi, yaitu Informatika dan
Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Industri dan Kreatif UISI. Dengan
bimbingan Yohanes Indra Riskajaya, S.Kom., M.Kom.
Program inovasi
yang diusung berjudul ‘Clinexa: Sistem Rekam Medis Elektronik Berbasis Blockchain
untuk Mengatasi Fragmentasi Data Pasien Lintas Fasilitas Kesehatan di Indonesia’.
“Sebuah gagasan
yang lahir dari keresahan nyata terhadap kondisi sistem kesehatan nasional. Masalah
nyata yang selama ini diabaikan di balik nama Clinexa tersimpan keresahan yang
sangat nyata. Setiap hari, jutaan pasien di Indonesia berpindah dari satu
fasilitas kesehatan ke fasilitas lain. Dari Puskesmas ke klinik, dari klinik ke
rumah sakit, namun data rekam medis mereka tidak ikut berpindah,” kata Nia
Ramadani, Rabu, 5 Agustus 2026
Dari data yang yang
tidak terbawa secara elektronik tersebut, menurut Nia Ramadani, Dokter terpaksa
memulai diagnosis dari nol. Pasien harus mengulang cerita yang sama berulang
kali. Seperti, riwayat alergi, dosis obat, hingga hasil laboratorium hilang di
tengah jalan.
“Inilah yang disebut fragmentasi data pasien dan ini bukan masalah kecil. Fragmentasi ini bisa berujung pada salah diagnosis, duplikasi pemeriksaan yang memboroskan biaya, bahkan risiko fatal bagi pasien kritis,” imbuhnya.
Dari hasil
penelitian dalam PKM-KC, blockchain sebagai kunci Clinexa menawarkan solusi
dengan memanfaatkan teknologi blockchain teknologi yang selama ini identik
dengan mata uang kripto, namun sesungguhnya memiliki potensi jauh lebih luas.
Dalam sistem Clinexa, setiap data rekam medis pasien tersimpan secara terdesentralisasi, terenkripsi dan tidak dapat dimanipulasi oleh pihak mana pun. Pasien memegang kendali penuh atas datanya sendiri dan setiap fasilitas kesehatan yang memiliki izin dapat mengaksesnya secara real-time.
"Kami ingin pasien tidak lagi menjadi korban sistem yang tidak saling bicara satu sama lain," kata Nia Ramadani.
Dalam seleksi PKM –
KC melewati seleksi ketat secara nasional. PKM merupakan program kompetitif
bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional dengan tingkat keberhasilan yang
sangat kecil, hanya sekitar 18 persen proposal yang masuk berhasil lolos
pendanaan setiap tahunnya. Pengumuman resmi kelulusan dirilis oleh Dirjen Dikti
pada 22 Mei 2026 melalui portal resmi Simbelmawa.
Target
PIMNAS 2026
Tim mahasiswa UISI
PKM – KC 2026 terdiri dari ketua program, Nia Ramadani, serta Sustri Elina
Simamora, Agustia Eriani, Miftahul Ilmi dan Agung Setya Ariowirawan sebagai
anggota.
Mahasiswa UISI PKM –
KC akan fokus membangun prototipe fungsional sistem selama periode pendanaan mulai
Juni sampai September 2026. Target lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
(PIMNAS) 2026 sebagai panggung bergengsi tertinggi mahasiswa Indonesia.
"Ini baru langkah pertama. Kami ingin Clinexa suatu hari benar-benar bisa digunakan secara luas," pungkasnya. (youn).
