JPD Klampok-Munggugebang Dibeton, Bupati Yani Berharap Dapat Bermanfaat Bagi Peningkatkan Ekonomi Masyarakat
![]() |
Kegiatan Peresmian JPD Klampok oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kamis, 4 September 2026.
GRESIKNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik terus mempercepat
pembangunan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Salah satunya melalui pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) ruas
Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng, yang pada tahun ini mulai ditangani
melalui betonisasi dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan infrastruktur
jalan menjadi salah satu fokus Pemkab Gresik sejak 2025. Percepatan tersebut
dilakukan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026, dan akan terus dilanjutkan
hingga 2027.
“Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur,
khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk
pembangunan JPD,” ujar Bupati Yani saat meresmikan pembangunan JPD ruas
Klampok-Munggugebang, Jumat (4/09).
Menurutnya, pembangunan jalan harus dilakukan sebagai bagian dari
jaringan konektivitas yang saling terhubung, bukan berdiri sendiri. Karena itu,
penguatan infrastruktur perlu mencakup jalan kabupaten, JPD, jalan lingkungan,
hingga jalur alternatif yang menghubungkan antardesa dan antarkecamatan.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara
jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan
satu wilayah dengan wilayah lainnya,” katanya.
Bupati mencontohkan penguatan konektivitas di wilayah utara Gresik
melalui jalur Manyar-Betoyo-Duduk Sampeyan. Menurutnya, jaringan jalan yang
terhubung akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses
terhadap berbagai aktivitas ekonomi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan akan tetap menjadi salah
satu konsentrasi Pemkab Gresik bersama DPRD hingga 2027. Pemerintah, kata
Bupati, tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi memastikan infrastruktur
tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada
ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang
ikut bergerak ketika jalannya baik,” ujarnya.
Bupati Yani mengatakan pembangunan JPD Klampok-Munggugebang yang telah
selesai pada tahap pertama diharapkan segera dimanfaatkan masyarakat. Ia juga
menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Klampok yang telah mendukung proses
pembangunan, termasuk bersabar menghadapi gangguan aktivitas selama pekerjaan
berlangsung.
“Ngapunten sanget selama proses pembangunan ada aktivitas warga yang
terganggu. Alhamdulillah hari ini sudah selesai sesuai target dan sudah bisa
dimanfaatkan,” katanya.
Ia sekaligus mengajak masyarakat ikut merawat infrastruktur yang telah
dibangun. Bupati juga mengapresiasi tradisi masyarakat setempat yang menanam
pohon setelah pembangunan jalan selesai sebagai bagian dari simbol merawat
hasil pembangunan.
“Setelah jalan jadi, biasanya kita tanam pohon. Saya titip kepada warga,
jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat,
masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik
Dhiannita Tri Astuti menjelaskan, JPD Klampok-Munggugebang merupakan bagian
dari program peningkatan kualitas jalan dan konektivitas antarwilayah yang
dilakukan Pemkab Gresik secara bertahap.
Ruas Klampok-Munggugebang memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer. Pada
tahap yang dikerjakan tahun ini, betonisasi dilakukan sepanjang sekitar 205
meter dengan lebar lima meter.
“Jalan sebelumnya menggunakan paving block dan kondisinya sudah
mengalami penurunan. Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi
beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” jelas Dhiannita.
Pembangunan ruas tersebut tidak berhenti pada pekerjaan tahun ini.
Dhiannita mengatakan Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3
miliar untuk melanjutkan penanganan JPD Klampok-Munggugebang pada tahun
berikutnya.
Kelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik untuk
memastikan pembangunan jalan berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan
hingga 2027, terutama pada wilayah yang membutuhkan penguatan konektivitas.
Selain ruas Klampok-Munggugebang, penanganan JPD melalui APBD 2026
secara keseluruhan mencapai sekitar 4,5 kilometer. Pembangunan tersebar di
sejumlah wilayah, antara lain Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng,
Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah,
Panceng, hingga Sangkapura.
Dhiannita mengatakan pembangunan JPD tersebut diarahkan untuk mendukung
aktivitas masyarakat, mulai dari pergerakan ekonomi dan pertanian, ketahanan
pangan, akses pendidikan, hingga pelayanan dasar.
“Pembangunan JPD ini kami harapkan memberikan dampak langsung terhadap
konektivitas masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi, pertanian
dan ketahanan pangan, akses pendidikan, serta pelayanan dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan
pemeliharaan bersama. Masyarakat diharapkan menjaga badan dan bahu jalan agar
fungsi jalan tetap optimal dan usia layanan infrastruktur dapat bertahan lebih
lama.
Dhiannita turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan
Benjeng, Pemerintah Desa Klampok, dan masyarakat yang telah mendukung
pelaksanaan pembangunan hingga tahap pertama dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang sudah dibangun. Jangan
sampai badan maupun bahu jalan digunakan atau dirusak sehingga mengurangi
fungsi jalan,” katanya. (youn).
