Tantangan Perkembangan Industri di Gresik, Harus Diimbangi Pendidikan Karakter dan Keterampilan

 

Kegiatan diskusi publik yang diadakan LMN di Djuwana Caffe, Kecamatan Dukun, Selasa, 28 Juli 2026.



GRESIKNEWS.ID - Perkembangan industriali yang terus bergerak ke wilayah Pantura Gresik dinilai membawa tantangan besar bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Tantangan tersebut muncul dari ketatnya peraturan di industri dan maraknya warung hiburan. 


Dalam Diskusi Kopi Gresik Episode 3 oleh Local Media Network bertajuk “Red Zone Gresik: Industrialisasi Menggeser Kota Santri” yang digelar di Djuwana Caffe, Kecamatan Dukun, Selasa, 28 Juli 2026.


Ketua Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Gresik, Nur Faqih, mengungkapkan, wilayah Pantura selama ini dikenal memiliki fondasi keagamaan yang kuat, dengan ratusan pondok pesantren dan tradisi religius yang masih hidup di tengah masyarakat. 


Namun, perkembangan kawasan industri di Kabupaten Gresik membawa konsekuensi sosial yang harus diantisipasi sejak dini.


Menurut Nur Faqih, ancaman terbesar bukan semata-mata berdirinya pabrik, melainkan perubahan sosial yang akan mengikuti masuknya investasi dan pendatang dari berbagai daerah.


“Ketika wilayah utara mulai dipadati pendatang, maka akan muncul budaya-budaya baru yang sebelumnya tidak pernah kita temui. Ini sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Nur Faqih, yang pernah aktif sebagai Jurnalis. 


Nur Faqih menambahkan, masyarakat Pantura Gresik perlu menyiapkan diri menghadapi era multikultural dengan memperkuat nilai Islam yaitu rahmatan lil alamin, toleransi, serta kemampuan beradaptasi terhadap keberagaman suku, budaya dan agama. 


Menurutnya, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik tanpa kehilangan identitas religius yang selama ini menjadi ciri khas Gresik. Seperti di Gresik selatan banyak muncul warung kopi dengan hiburan. 


Selain urbanisasi, ia juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Penggunaan gawai, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif berpotensi menurunkan kepekaan sosial jika tidak diimbangi dengan budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis.


“Kalau otak tidak dibiasakan berpikir dan hanya menerima informasi secara instan, maka kemampuan analisis dan kepekaan sosial bisa menurun. Karena itu pendidikan, pesantren, sekolah dan keluarga harus bersama-sama membimbing generasi muda,” imbuhnya.


Sementara tokoh masyarakat Kecamatan Dukun, Agus Ahmad Mufidsalam (Gus Salam), menegaskan, industrialisasi tidak boleh dipandang sebagai ancaman semata.


Menurut Gus Salam, pesantren harus mampu beradaptasi dan mengambil peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri.


Ia menyebut banyak pesantren di Gresik kini mulai membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan sebagai bentuk respons terhadap perubahan zaman. Langkah tersebut dinilai penting, agar para santri memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.


“Pesantren sudah mulai menjawab tantangan zaman. Banyak yang membuka sekolah vokasi dan pendidikan keterampilan agar para santri memiliki bekal yang cukup ketika memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan,” kata Gus Salam.


Di sisi lain, Gus Salam mengingatkan bahwa industrialisasi juga memunculkan persoalan sosial baru, mulai dari perubahan pola pendidikan, berkurangnya pengawasan orang tua akibat jam kerja, hingga tantangan moral di lingkungan masyarakat industri.


"Karena itu, pesantren tidak cukup hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan pusat pembinaan karakter generasi muda," katanya. 


Sementara anggota LMN yaitu Sholeh mengatakan, diskusi tersebut melihat bahwa industrialisasi dan kehidupan pesantren tidak harus dipertentangkan. 


"Dengan kolaborasi antara Pemerintah, Pesantren, dunia usaha, dan masyarakat, Gresik diyakini mampu berkembang sebagai pusat industri modern tanpa kehilangan identitasnya sebagai Kota Santri yang religius dan berbudaya," kata Sholeh. (Youn).

Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio