Industri Gresik Semakin Masif, Perjuangan Tenaga Kerja Lokal Melalui Skill

 


Kegiatan Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di Cafe, Jalan Pahlawan, Sidayu Gresik, Rabu, 24 Juni 2026. 



GRESIKNEWS.ID - Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di Cafe, Jalan Pahlawan, Sidayu Gresik, Rabu, 24 Juni 2026. Diskusi bertema ‘Menyiapkan dan melindungi tenaga kerja lokal', mengundang para narasumber 


Diskusi ini mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Kabupaten Gresik.


Ngopi dan Opini Gresik menghadirkan Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIPPE, dan sejumlah perwakilan lembaga pendidikan. 


Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan perkembangan industri di Kabupaten Gresik.


Yudi Darjanto perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE, mengatakan, perusahaan membuka lebar warga Gresik yang memiliki kompetensi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di KEK JIIPE. 


"Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skill dunia usaha seperti di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi," kata Yudi Darjanto perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE, dalam forum santai tersebut.


Sementara perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya. Kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. 


"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha," kata Suwarno Hadi, Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik. 


Begitu juga disampaikan Rektor UMG Khoirul, mengatakan, pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.


Oleh karena itu, kurikulum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern. "Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja," kata Khoirul Anwar.


Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, mengatakan, sulit untuk mendapat hak-hak perlindungan para pekerja. Perlu belasan tahun memperjuangkan hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 60 persen bekerja di perusahaan.


"Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024," kata Syaiduddin.


Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, mengatakan, Gresik memiliki potensi besar adanya daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.


Menurut Zainal Arifin, Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik. 


Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja. "Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja," kata Zainul Arifin. (Youn). 

Next Post Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio