Kembangkan Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik, Desa Randuboto - Gresik Dikunjungi Aktivis Korea Selatan

 

Foto dok. Pemdes Randuboto : Kegiatan kunjungan aktivis lingkungan asal Korea Selatan melakukan studi ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu, 20 Mei 2026.





GRESIKNEWS.ID - Aktivis lingkungan asal Korea Selatan melakukan kunjungan studi ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu, 20 Mei 2026. Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung sistem pengelolaan dan pengurangan sampah plastik berbasis masyarakat yang telah berjalan sukses di desa tersebut.


Kepala Desa Randuboto, Andi Sulandra, mengatakan, ada 6 aktivis lingkungan asal Korea Selatan tertarik di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu untuk studi lingkungan. Hal itu setelah mendapat rekomendasi dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan, Ecoton.


"Mereka tahu tentang Desa Randuboto dari LSM Ecoton. Mereka kemudian diajak ke sini, untuk melihat bagaimana integrasi pengolahan sampah dari hulu ke hilir yang dinilai sudah berjalan sangat baik," kata Andi kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.


Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Pemerintah Desa memaparkan seluruh potensi pengolahan limbah yang dilakukan di TPS 3R. Mulai dari pemilahan sampah basah dan kering. Pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis, hingga pembuatan kompos di rumah kompos khusus.


Kades Andi menambakan, kesadaran warga Desa Randuboto dalam mengelola sampah sudah terbangun secara mandiri. Hal ini membuat para aktivis Korea Selatan terkesan dengan kebersihan, kerapian, serta keterpaduan sistem yang ada.


"Saya jelaskan, bahwa di sini sampah daun atau ranting sudah tidak boleh dibakar, melainkan diolah di rumah kompos. Hasil komposnya dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan alas kandang ayam agar tidak bau. Mereka sangat terkesan dan bilang, Randuboto is good, karena semua jenis sampah terpantau dan ada solusinya," tambahnya.


Selain mempelajari sistem yang sudah ada, kunjungan yang didampingi akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini membawa misi besar untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.


Selain itu, Kades Andi menjelaskan, ke depan akan ada rencana kerja sama antara Pemerintah Desa Randuboto dengan Non- Government Organization (NGO) untuk memperkenalkan konsep toko isi ulang (refill) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sampo dan sabun. Di Korea Selatan, lini usaha berkonsep eco - entrepreneurship ini sudah berjalan masif.


"Mereka punya misi besar mengurangi plastik, salah satunya lewat metode refill. Jadi, masyarakat kalau beli air minum, sabun cuci atau sampo tinggal bawa wadah sendiri untuk diisi ulang. Tindak lanjutnya, konsep toko refill ini akan diperkenalkan dan diterapkan di beberapa titik lokasi di Desa Randuboto," katanya. (Youn). 

Next Post Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio