Jaga Kesehatan Mental Pelajar di Era Digital, Tim Pengabdian masyarakat USG Gelar Psikoedukasi

 

Kegiatan Psikoedukasi Sebagai Strategi Pencegahan Cyberbullying untuk menjaga kesehatan mental pelajar di Era Digital, Pada SMK Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo, Rabu (13/5/2026). Kegiatan bertujuan menjaga kesehatan mental pelajar di Era digital.



GRESIKNEWS.ID - Dalam upaya meningkatkan kesehatan mental remaja di era digital, tim pengabdian masyarakat Universitas Sunan Gresik (USG) menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi. Kegiatan tersebut sebagai strategi pencegahan Cyberbullying untuk menjaga kesehatan mental pelajar di era digital. 


Kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Plus Sabilur Rosyad hadirkan strategi nyata untuk melindungi kesehatan mental pelajar di era digital yang semakin rentan.


Di balik layar digital yang selalu menyala, ada luka yang tidak selalu terlihat. Cyberbullying perundungan yang terjadi di dunia maya kini menjadi salah satu ancaman nyata bagi kesehatan mental pelajar Indonesia. 


Merespons kondisi ini, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar kegiatan psikoedukasi di SMK Plus Sabilur Rosyad, Sidoarjo. Kegiatan tersebut sebagai langkah preventif yang terukur dan berbasis bukti.


Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya cyberbullying. Mulai dampak terhadap kesehatan psikologis, dan strategi konkret dalam menghadapi serta mencegah perundungan di ruang digital.


Pemateri Munawaroh, S.Psi., M.Psi., mengatakan, pelajar hari ini tumbuh dalam ekosistem digital yang kompleks. Tanpa bekal psikoedukasi yang memadai, mereka rentan menjadi korban maupun pelaku cyberbullying tanpa disadari.


Mengapa cyberbullying jadi ancaman serius?

Menurut Munawaroh, perbedaannya dengan perundungan konvensional. Cyberbullying tidak mengenal batas waktu dan ruang. 


"Korban dapat terus-menerus menerima serangan, bahkan di dalam rumah mereka sendiri melalui pesan elektronik, komentar atau konten yang tersebar di media sosial. Kondisi ini berpotensi memicu kecemasan kronis, depresi, hingga penurunan kepercayaan diri yang signifikan pada remaja," kata Munawaroh, kepada wartawan Rabu (13/05/2026).


Dalam pembelajaran para siswa dilakukan pendekatan edukatif yang interaktif. 


Penyampaian materi dilakukan melalui video edukatif, diskusi kelompok kecil, simulasi kasus nyata, dan sesi tanya jawab terbuka. 


Para siswa diajak untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi juga merefleksikan pengalaman mereka sendiri di dunia digital dan melatih kemampuan respon yang sehat ketika menghadapi situasi perundungan.


"Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang memerlukan perhatian bersama. Sekolah, keluarga, dan lingkungan harus mampu menjadi support system yang aman bagi perkembangan emosional remaja," kata Munawaroh.


Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti diskusi, berani berbagi pengalaman, serta terlibat dalam berbagai simulasi kasus yang dirancang untuk membangun empati dan kesadaran digital. 


Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai cyberbullying dan strategi pencegahannya.


Sebagai bentuk tindak lanjut, tim pelaksana pengabdian masyarakat USG menyediakan booklet digital sebagai pencegahan cyberbullying dapat diakses siswa sebagai media dukungan. 


"Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental pelajar di era digital," katanya. (Youn). 

Next Post Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio