Cegah Gangguan Mental Remaja Sejak Dini, Universitas Sunan Gresik Gelar Penyuluhan Kesehatan Mental Remaja dan Workshop Self-Awareness & Emotional Literacy
GRESIKNEWS.ID — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan mental remaja, tim pelaksana pengabdian masyarakat Universitas Sunan Gresik (USG) menyelenggarakan Penyuluhan Kesehatan Mental Remaja dan Workshop Self-Awareness & Emotional Literacy di SMK NU Trate Jalan. K.HAbdul Karim, Kabupaten Gresik.
Kegiatan diikuti siswa sebagai bentuk respon terhadap meningkatnya berbagai permasalahan psikologis pada remaja, seperti stres akademik, kecemasan, konflik sosial, tekanan media sosial, hingga rendahnya kemampuan siswa dalam mengenali kondisi emosionalnya sendiri.
Ketua tim pengabdian, Mirnani Denta Athiyah Uchtiyani, S.Psi., M.Psi.T., mengatakan, rendahnya literasi kesehatan mental menyebabkan banyak siswa belum mampu membedakan antara stres ringan dengan kondisi psikologis yang lebih serius. Seperti kecemasan kronis maupun depresi.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif agar siswa lebih peka terhadap kondisi dirinya maupun teman sebaya.
“Masih banyak siswa yang menganggap kondisi emosional tertentu sebagai hal biasa. Padahal, jika tidak dikenali sejak dini, dapat berdampak pada prestasi belajar, hubungan sosial dan kesehatan mental mereka secara keseluruhan. Kesehatan mental remaja perlu mendapat perhatian sejak dini. Kami berharap, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengenali emosi dan berani mencari bantuan ketika mengalami kesulitan,” kata Mirnani Denta, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, melalui pendekatan edukatif dan interaktif, siswa diberi pemahaman mengenai konsep dasar kesehatan mental remaja, tanda awal gangguan emosional, pengaruh media sosial terhadap kesehatan psikologis, hingga teknik sederhana dalam mengelola stres dan emosi.
Penyampaian materi dilakukan melalui video edukatif, diskusi kelompok kecil, simulasi kasus, serta latihan refleksi diri.
Selain penyuluhan, siswa juga mengikuti workshop Self- Awareness dan Emotional Literacy yang dirancang untuk membantu peserta mengenali emosi, pemicu stres, pola pikir negatif, serta perilaku yang kurang adaptif.
"Dalam sesi workshop, siswa melakukan journaling reflektif, latihan komunikasi asertif, role-play pengelolaan emosi, serta pengisian lembar kerja identifikasi emosi dan pemicu stres," katanya.
Sementara dosen Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Sunan Gresik (USG), Munawaroh, S.Psi., M.Psi., mengatakan, pendidikan kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar remaja memiliki kemampuan regulasi emosi dan keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi masalah psikologis.
Sebagai bentuk tindak lanjut program, tim pelaksana juga menyediakan booklet digital, poster edukasi kesehatan mental, mini workbook refleksi siswa, serta kanal WhatsApp konsultasi awal non-klinis yang dapat diakses siswa sebagai media informasi dan dukungan awal.
Para siswa sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta terlibat dalam berbagai aktivitas reflektif selama workshop.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai kesehatan mental dan regulasi emosi. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja.
“Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang memerlukan perhatian bersama. Sekolah, keluarga dan lingkungan harus mampu menjadi support system yang aman bagi perkembangan emosional remaja,” kata Munawaroh.
Sementara Wakil Kepala (Waka) Humas SMK NU Trate Gresik, Arlyna Nur Laily, S.E., Gr., mengapresiasi kegiatan tersebut, karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Kegiatan ini memberikan ruang aman bagi siswa untuk belajar mengenali dirinya sendiri dan memahami pentingnya kesehatan mental. Kami berharap, program seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya preventif di lingkungan sekolah,” kata Arlyna Nur Laily.
Begitu juga disampaikan Guru BK SMK NU Trate Gresik, Hj. Umi Choiriyah, M.Psi., mengatakan, kegiatan seperti ini sangat membantu pihak sekolah dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi emosional siswa.
“Selama ini banyak siswa baru datang ketika masalah sudah cukup berat. Dengan adanya kegiatan ini, siswa menjadi lebih terbuka dan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental,” kata Umi Choiriyah. (Youn)
