Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H Hampir Bersamaan dan Berlangsung Aman Damai, Wakil DPRD Mujid Ridwan, 'Gresik Menjadi Contoh Perdamaian'
![]() |
| Suasana Kegiatan perayaan Nyepi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik, Rabu, 18 Maret 2026. |
GRESIKNEWS.ID - Perayaan hari raya Nyepi 2026 dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Gresik yang sudah selesai dengan aman, damai dan rukun menjadi perhatian khusus Wakil DPRD Kabupaten Gresik Mujid Ridwan. Kerukunan umat beragama tersebut menjadi simbol perdamaian dan kerukunan di masyarakat yang harus terus dilestarikan dan dijaga.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Mujid Ridwan, mengatakan, perayaan hari raya dua keagamaan yang hampir bersamaan baru terjadi pada tahun 2026. Sehingga, patut menjadi perhatian bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.
"Baru kali ini, saya bisa menyaksikan hari raya Nyepi berbarengan dengan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Disana terlihat masyarakat saling merayakan, baik perayaan Nyepi dengan Pawai Ogoh-ogoh dan hari raya Idul Fitri dengan Pawai takbir keliling, sehingga kegiatan ini patut menjadi perhatian kita untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan antar umat beragama," kata Mujid Ridwan, yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Selasa, 7 April 2026.
Lebih lanjut Mujid Ridwan menambahkan, di Kecamatan Menganti, ada beberapa Desa yang merayakan Hari Raya Nyepi, diantaranya Desa Laban, Desa Pengalangan dan Desa Beton. Sebab, banyak warga yang beragama Hindu.
"Dengan adanya hari Raya Nyepi yang hampir berbarengan hari raya Idul Fitri, menunjukkan kerukunan antar umat beragama yang kuat. Dan keberagaman Indonesia bhineka tunggal Ika yang membuktikan adanya NKRI. Maka, kami mengharapkan, masyarakat untuk saling menghormati antar pemeluk agama masing-masing yang kebetulan hari rayanya berbarengan. Kerukunan ini harus dilestarikan dan dijaga," katanya.
![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Mujid Ridwan yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, saat memimpin Rapat. |
Dengan adanya pawai ogoh-ogoh, di Kecamatan Menganti, Desa Laban, Beton dan Pengalangan menjadi tradisi dan hiburan yang dapat dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat.
Selain itu, Mujid Ridwan yang juga warga Kecamatan Meganti, melihat bahwa pawai keagamaan tersebut bisa menumbuhkan perekonomian bagi UMKM dari masyarakat, sehingga perputaran ekonomi terus tumbuh dari Desa.
"Kami menghormati kerukunan umat beragama untuk saling menghormati. Dan Desa Laban sebagai Desa Pancasola menjadi simbol kerukunan. Ada Hindu, Kristen, Islam aliran Kejawen dan Katolik. Keberagaman ini bisa diterima di Kabupaten Gresik khususnya di Kecamatan Menganti yang ada Di Desa Beton, Laban dan Pengalangan," kata Mujid Ridwan.
Begitu juga disampaikan Kepala Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik, Ahyar Abdul Mutholib mengatakan, bangga atas kerukunan yang tercipta di masyarakat dengan berbagai keyakinan beragama.
"Alhamdulillah, saya sebagai Kepala Desa Penggalangan merasa sangat bangga terhadap warga. Dimana di Desa Penggalangan ini terdapat dua pemeluk agama yang hidup berdampingan dan sangat rukun. Toleransinya sangat tinggi. Dari jumlah penduduk Desa Penggalangan terdapat pemeluk agama Hindu," kata Ahyar Abdul Mutholib.
Menurut Ahyar Abdul Mutholib, pada tahun 2026, hari raya Umat Hindu yaitu Nyepi tahun baru saka 1948 dan Umat Islam melaksanakan Idul Fitri, 1447 H dirayakan hampir bersamaan.
"Disinilah pembuktian bahwa Umat Hindu dan Umat Islam diuji yaitu untuk tetap menjaga kerukunan. Kami telah mengundang tokoh Agama, baik Islam dan Hindu, takmir Masjid, Ketua RT, Ketua RW, Pemuda Hindu, Ketua Remaja Masjid, LPMD dan tidak ketinggalan pula Ketua dan Anggota BPD. Sehingga, semua sepakat merayakan hari raya masing-masing agama dengan damai," katanya.
Sementara Dila Via Ramayanti, (21) panitia Perayaan Nyepi, Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik, juga mengatakan, generasi muda diharapkan dapat memperkuat rasa toleransi, menjaga keharmonisan, serta menjadikan Nyepi sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
"Seperti temanya Nyepi tahun ini. Vasudaivam Kutumbakam : Satu Bumi, Satu Keluarga. Jadi, kita harus saling menjaga kerukunan," kata Dila Via Ramayanti. (Youn).

