Ancaman Komputer Kuantum: Google Peringatkan Bitcoin Bisa Diretas dalam 9 Menit

 


Ancaman Komputer Kuantum: Google Peringatkan Bitcoin Bisa Diretas dalam 9 Menit

Gresiknews.id | Google Quantum AI merilis whitepaper yang mengungkapkan bahwa kriptografi elliptic curve yang melindungi Bitcoin dan Ethereum bisa dipecahkan dengan sumber daya komputasi kuantum jauh lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa serangan menggunakan algoritma Shor dapat menghasilkan private key dompet dalam waktu sekitar 9 menit, tepat sebelum konfirmasi blok Bitcoin yang rata-rata 10 menit, dengan peluang sukses hingga 41%.

Pengurangan Kebutuhan Qubit Secara Drastis

Penelitian yang melibatkan Ethereum Foundation dan Stanford University memperkirakan bahwa pemecahan ECDSA hanya membutuhkan kurang dari 500.000 qubit fisik, turun 20 kali lipat dari estimasi awal 10 juta qubit. Dua desain sirkuit disajikan: satu dengan di bawah 1.200 qubit logis dan 90 juta operasi, serta yang lain di bawah 1.450 qubit logis dengan operasi lebih sedikit, keduanya di bawah 500.000 qubit fisik. Tim sengaja tidak merilis sirkuit serangan lengkap, melainkan zero-knowledge proof untuk verifikasi tanpa memberi blueprint bagi penyerang.

Riset ini juga menyoroti kerentanan jangka panjang pada 6,9 juta BTC di dompet dengan public key terpapar, yang bisa memburuk akibat upgrade Taproot 2021 yang menampilkan lebih banyak public key di blockchain.

Peringatan dan Target Migrasi

Google menetapkan target internal 2029 untuk memigrasi infrastrukturnya ke kriptografi post-quantum, mendesak ekosistem kripto global ikut bergerak. Justin Drake dari Ethereum Foundation memperingatkan peluang 10% agar pada 2032 komputer kuantum bisa memulihkan private key secp256k1 dari public key terpapar, menyebut "sekarang saatnya bersiap". Analis Bitfinex menilai ini tantangan engineering nyata tapi bukan ancaman eksistensial, karena fondasi kripto Bitcoin memang punya umur terbatas.

Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan

Whitepaper menyarankan transisi ke algoritma tahan kuantum, rotasi kunci kripto, serta hindari reuse atau eksposur public key. Meski komputer kuantum fault-tolerant masih bertahun-tahun lagi, timeline ancaman kini dipadatkan menjadi hitungan tahun, bukan dekade. Di Indonesia, konferensi internasional mendorong kolaborasi untuk kriptografi pasca-kuantum seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA yang disetujui NIST.

Di Gresik, kesadaran ini relevan mengingat pertumbuhan adopsi kripto lokal; komunitas dan pelaku usaha disarankan mulai migrasi proaktif demi keamanan aset digital.

Dari berbagai sumber

Next Post Previous Post
Advertorial
Mulai Trading & Investasi Bersama Headway
Daftar gratis · Akun demo tersedia · Regulated broker
Daftar Sekarang
AI Trading Platform
JDA.my.id — Solusi Trading Nyaman dengan AI
Analisis cerdas · Sinyal otomatis · Hanya untuk trader serius
Cek Portofolio