OpenAI Raih Pendanaan Jumbo Rp2.074 Triliun: Rekor Terbesar di Silicon Valley
OpenAI Raih Pendanaan
Jumbo Rp2.074 Triliun: Rekor Terbesar di Silicon Valley
Gresik, 1 April 2026 –
Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI baru saja mencatat sejarah dengan
menyelesaikan putaran pendanaan terbesar di dunia startup teknologi, senilai
US$122 miliar atau sekitar Rp2.074 triliun (kurs Rp17.000/US$). Angka ini
melampaui proyeksi awal US$110-111 miliar yang sempat viral, menjadikannya
pencapaian monumental di Silicon Valley.
Investor Raksasa
Dukung Ekspansi AI
Pendanaan dipimpin Amazon dengan kontribusi US$50 miliar,
sementara Nvidia dan SoftBank masing-masing menyuntikkan US$30 miliar. Tambahan
US$12 miliar datang dari SoftBank, T. Rowe Price, D.E. Shaw Ventures, TPG,
serta MGX dari Abu Dhabi, membawa total ke US$122 miliar dengan valuasi
post-money mencapai US$852 miliar.
Putaran ini lebih dari dua kali lipat pendanaan sebelumnya
US$40 miliar pada 2025, yang sudah memecahkan rekor. OpenAI berencana gunakan
dana untuk infrastruktur data center, pasokan GPU Nvidia senilai gigawatt, dan
pengembangan model AI seperti ChatGPT terintegrasi.
Proyeksi Pengeluaran
dan IPO di Depan Mata
Selain pendanaan, OpenAI merevisi proyeksi "cash
burn" hingga US$665 miliar sampai 2030 untuk komputasi AI, naik US$111
miliar akibat biaya training model yang melonjak. Ini mencerminkan persaingan
sengit dengan Microsoft dan rencana IPO akhir 2026.
Dampaknya luas bagi industri AI global, termasuk Indonesia
yang kian bergantung pada teknologi seperti ChatGPT untuk inovasi lokal. OpenAI
siap pacu aplikasi AI terpadu, menyatukan pencarian, kode, dan kemampuan
lainnya dalam satu platform.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan terbaru dari
Bloomberg, CNBC, dan sumber terpercaya lainnya per Maret 2026.
