Tingkatkan Toleransi Beragama, Dewan Pimpinan Paroki Santa Perawan Maria Gelar Sarasehan Lintas Agama
![]() |
| Kegiatan sarasehan dan dialog lintas agama di Aula Gereja Katolik SPM, Jalan Arif Rahman Hakim, Sabtu, 26 September 2026. |
GRESIKNEWS.ID - Pengurus Gereja Dewan Pimpinan Paroki Santa Perawan Maria (SPM) Gresik gelar saresehan dan dialog keberagaman di Aula Gereja Katolik SPM, Jalan Arif Rahman Hakim, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut diharapkan tercipta kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama di Kabupaten Gresik semakin kuat.
Dalam saresehan dan dialog tersebut
menghadirkan narasumber dan tokoh lintas agama. Diantaranya, Pastor Kepala
Paroki SPM Gresik, RP Gregorius Sasar
Harapan SVD, Tan Sutanto, Ketua Tempat
Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik, Ketua Persekutuan Gereja-gereja
di Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Gresik, Pdt. Yonatan Triantoro,
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Dr. Makmun dan Ketua
Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gresik, Kusno.
Saresehan tersebut bertema ‘Merawat
Kerukunan dalam Keberagaman dan Indahnya keberagaman di Kabupaten Gresik’
dihadiri peserta dari berbagai organisasi dan siswa serta tokoh agama.
Diantaranya Romo Adolvus Stevanus, Gus Choirul Anwar (Gus Irul) Pengasuh Pondok
Pesantren Internasional Al'iliyin, Kecamatan Wringinanom, Djoko Pratomo Ketua
Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan Camat Gresik,
Jalesvie Triatmoko.
Selain itu, peserta saresehan yang hadir dari
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Gresik. H. Akhmad Yahya,
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Suhendar dan Forum
Kerukunan Umat Beragama, Syamsul Ma’arif.
Ketua Panitia (seksi Pengembangan Hubungan
Umat beragama dan Bermasyarakat, SPM Gresik ) Lucia Rinny Pramilasari Pramono,
mengatakan dari kegiatan saresehan dan
dialog lintas tokoh agama tersebut diharapkan tercipta kerukunan dan
persaudaraan antar umat beragama di Kabupaten Gresik semakin kuat.
Ketua Panitia (seksi Pengembangan Hubungan Umat beragama dan
Bermasyarakat, SPM Gresik ) Lucia Rinny, mengatakan, Kabupaten Gresik dikenal
sebagai Kota Santri, sehingga perlu bersama-sama menjaga citra tersebut dengan
menunjukkan bahwa kabupaten Gresik juga merupakan daerah yang mampu merawat
keberagaman.
“Kita ingin buktikan, perbedaan agama
bukan penghalang untuk bisa hidup rukun, saling menghormati dan bekerja sama.
Agama Katolik, Islam, Kristen, Hindu dan Buddha memiliki peran yang sama dalam
menjaga kedamaian dan keharmonisan di Gresik,” kata Lucia Rinny kepada wartawan.
Saresehan dan dialog dimpimpin Uman, sehingga
para narasumber menyampaikan tentang toleransi dan saling menghormati antar
umat beragama adalah kunci dalam menjaga kerukunan dalam sehari-hari.
“Toleransi berlandaskan kasih. Toleransi
harus kita tunjukan saling mengormati dan menghargai dengan sesama harus terus
dilakukan. 'Indahnya kebersamaan di Kabupaten Gresik, ini salah satu solusi,
agar keberagaman bisa disampaikan ke masyarakat bahwa keberagaman itu indah.
Sampaikan kepada generasi muda, bahwa keberagaman itu indah,” kata Uman mantan
anggota DPRD Gresik. (youn).
