Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal, Local Media Community Gandeng Google Bahas Tantangan Media
Kegiatan diskusi Local Media Community Gandeng Google Bahas Tantangan pengembangan Media, Kamis, 13 Agustus 2026.
![]() |
Kegiatan diskusi Local Media Community Gandeng Google Bahas Tantangan pengembangan Media, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang 10–13
Agustus 2026 dan melibatkan perwakilan manajemen media dari setidaknya 13 Provinsi.
Dalam kegiatan ini menghadirkan perwakilan Google sebagai salah satu
narasumber.
Diskusi ini mempertemukan para pemilik,
CEO, pemimpin maupun manajemen redaksi selaku pelaku industri media lokal,
pimpinan organisasi media siber serta ketua umum asosiasi jurnalis di berbagai
daerah di Indonesia, untuk membahas tantangan keberlanjutan bisnis media.
Topik-topik bahasan yang termasuk di
dalamnya antara lain adalah strategi pertumbuhan audiens, diversifikasi
pendapatan, serta bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan secara
bertanggung jawab untuk mendukung kerja jurnalistik berkualitas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen
berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem media di Indonesia, khususnya di
tengah pergeseran perilaku pengguna dan pesatnya perkembangan teknologi Artificial
intelligence (AI). Dalam rangkaian diskusi di 3 kota ini Google diwakili Adeel
Farhan selaku Head of News Partnerships Southeast Asia, serta Yos Kusuma selaku
News Partner Manager untuk Indonesia, Filipina dan Bangladesh.
Sepanjang tahun lalu, Google News
Initiative (GNI) di Indonesia mencatatkan ada lebih dari 20 program di kawasan
Asia Tenggara sejak Januari 2025, yang telah menjangkau lebih dari 7.000
peserta dari 165 organisasi, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 4,7 dari
5.
Adeel Farhan, Head of News Partnerships
Google untuk Asia Tenggara, menegaskan bahwa kemitraan dengan komunitas media
di berbagai daerah, termasuk melalui kegiatan bersama Local Media Community
ini, adalah bagian dari upaya Google untuk terus hadir dan berkolaborasi dengan
ekosistem berita di tengah perubahan teknologi yang cepat.
“Meski teknologi dan kebutuhan pengguna
terus berkembang, misi inti kami tidak berubah: mengorganisasi informasi dunia
dan menjadikannya mudah diakses serta bermanfaat bagi semua orang. Kami tetap
berkomitmen untuk berkolaborasi dengan ekosistem berita, termasuk media lokal,
seiring kami beradaptasi dan berinovasi dalam produk-produk kami,” kata Adeel
Farhan dalam rilis tim LMC, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Adeel Farhan, bahwa Google dan
penerbit berita memiliki sasaran yang sama, yaitu membantu masyarakat menemukan
dan mengakses konten berkualitas di web, sehingga kolaborasi seperti diskusi di
Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen
tersebut di tingkat komunitas.
“Google dan penerbit memiliki misi yang
sama, yaitu membantu orang menemukan dan mengakses konten di web. Diskusi
bersama Local Media Community ini adalah salah satu cara kami memastikan
komitmen itu benar-benar dirasakan langsung oleh rekan-rekan media di daerah,
bukan hanya di kota-kota besar,” tambah Adeel Farhan.
Begitu juga disampaikan, Yos Kusuma
menyampaikan bahwa keterlibatan Google pada program rangkaian kegiatan diskusi
Local Media Community (LMC) di Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya ini sekaligus
sebagai wujud nyata dari komitmen Google untuk hadir langsung di tengah
komunitas media lokal, tidak hanya di kota-kota besar.
“Media lokal memiliki peran yang sangat
penting dalam menjaga keberagaman informasi dan menghadirkan konten yang
relevan bagi masyarakat di daerah masing-masing. Melalui diskusi ini, kami
ingin mendengar langsung tantangan yang dihadapi teman-teman media lokal,
sekaligus berbagi pengetahuan tentang bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat
menjadi alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis mereka, bukan menggantikan
peran jurnalisme yang mereka jalankan,” kata Yos.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, sebagai
salah satu inisiator Local Media Community mengatakan, pun mengungkapkan hal
serupa mengenai teknologi AI.
Suwarjono memaparkan materi mengenai
perkembangan lanskap ekosistem media saat ini, Sehingga menekankan bahwa media
maupun jurnalis yang tidak beradaptasi dengan AI atau bahkan menganggapnya
sebagai ancaman, justru akan ketinggalan serta berpotensi bisa kalah dan jatuh.
"Sama halnya dengan kenyataan bahwa
publik atau audiens sekarang rata-rata mendapat informasi atau mengonsumsi
berita dari media sosial. Sehingga kalau ada media yang masih tidak melek dan
belum mengembangkan medsosnya, akan ketinggalan," kata Suwarjono.
Suwarjono juga menegaskan bahwa yang pasti
hanya perubahan. ”Yang pasti hanya perubahan,” katanya.
Lebih jauh, Yos Kusuma pun menambahkan
pihaknya masih berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog terbuka dan
kemitraan dengan organisasi berita di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan
prinsip Google dalam mengembangkan AI secara berani dan bertanggung jawab,
sekaligus mendorong nilai positif bagi ekosistem informasi secara luas.
“Komitmen kami terhadap industri berita
sudah berjalan lebih dari 20 tahun, dan itu tidak berubah. Yang berubah adalah
cara kami beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan penerbit, termasuk melalui
program-program seperti Subscriptions Academy dan News Consumer Insights yang
berfokus pada penguatan pendapatan pembaca dan literasi data bagi newsroom di
Indonesia,” kata Yos.
Rangkaian diskusi di tiga kota ini pada
akhirnya memang tidak saja turut membuka ruang bagi media lokal untuk
berjejaring dengan sesama pelaku industri. Peserta yang notabene adalah
manajemen media lokal sekaligus berkesempatan mendapatkan wawasan langsung dari
tim News Partnerships Google, serta menjajaki peluang keterlibatan dalam
program-program pelatihan dan pendanaan GNI mendatang. Turut hadir pula
pimpinan berbagai organisasi media siber serta ketua umum asosiasi jurnalis
dari berbagai wilayah.
Diketahui, salah satu program dukungan
yang juga sedang berjalan saat ini adalah dukungan dan kerja sama Google dengan
KG Media dalam melaksanakan rangkaian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di beberapa
daerah di Indonesia. Gelombang pertama UKW ini baru saja dibuka pelaksanaannya
pada Jumat (14/8/2026) di Bekasi, melibatkan tak kurang dari 64 peserta dari
media cetak, siber, televisi, dan radio, untuk berbagai jenjang kompetensi,
yang turut dibuka melalui pengantar oleh Yos Kusuma.
Diketahui, Google News Initiative adalah
inisiatif Google untuk bekerja sama dengan industri berita dalam mengembangkan
jurnalisme yang berkelanjutan di era digital. Melalui tiga area utama, yaitu
program, pelatihan, dan produk, GNI mendukung newsroom di seluruh dunia,
termasuk di Indonesia, untuk berinovasi, meningkatkan keterampilan digital,
serta memanfaatkan produk yang dirancang khusus bagi penerbit berita.
Adapun Local Media Community adalah komunitas yang mewadahi kolaborasi khususnya antar-media lokal maupun media skala kecil di Indonesia, bersama dukungan pihak-pihak terkait lainnya, untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem media, melalui beragam kegiatan berbagi pengetahuan, berjejaring, peluncuran small grant, hingga melakukan advokasi kepentingan bersama. (youn).
