KWGe Rayakan HPN 2026, Tumpeng Nasi Krawu Khas Gresik 3000 Bungkus Masuk Rekor Muri
![]() |
Kegiatan Festival Tumpeng Nasi Krawu sebanyak 3000 bungkus di Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Minggu, 28 Juni 2026.
GRESIKNEWS.ID – Festival Tumpeng Nasi Krawu sebanyak 3000 bungkus di Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, Gresik masuk rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut merupakan melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia (WBTBI) Kabupaten Gresik yang telah ditetapkan oleh Pemerintahan Indonesia.
Kegiatan festival tumpeng Sego Krawu merupakan rangkaian puncak memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Komunitas Wartawan Grisse (KWGe) yang dihadiri ribuan pengunjung bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik.
Tumpeng Sego Krawu sebanyak 3000 bungkus dirangkai tumpeng raksasa setinggi 4,5 meter menjadi rebutan pengunjung saat dibagikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda Kabupaten Gresik.
Ketua KWGe Miftahul Arif mengatakan, tumpeng Sego Krawu bisa memecahkan rekor MURI merupakan hasil dedikasi dan loyalitas seluruh anggota KWGe.
“Pada Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 ini kami mendapat capaian l mencetak rekor MURI. Ini hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota KWGe untuk mempersembahkan dedikasi dan kontribusi untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Miftah sapaan akrabnya, Senin, 29 Juni 2026.
Lebih lanjut Miftah menambahkan, penobatan Tumpeng Nasi Krawu dalam rekor MURI membutuhkan proses yang super ketat. Sehingga seluruh panitia dan anggota KWGe harus kerja keras agar bisa memenuhi syarat dan kriteria yang ditentukan oleh MURI.
“Prosesnya sangat ketat, dan membutuhkan kerja keras seluruh panitia dan anggota KWGe. Alhamdulillah kami berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu makanan khas Gresik yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia (WBTBI) mencetak rekor dunia,” katanya.
Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengapresiasi atas capaian Tumpeng Nasi Krawu mencetak rekor MURI yang diinisiasi KWGe. Menurutnya, nasi krawu tidak hanya kuliner biasa, melainkan identitas budaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gresik.
“Kami sangat mengapresiasi atas dedikasi KWGe yang berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu mencetak rekor MURI. Nasi krawu ini merupakan salah satu identitas makanan khas Gresik yang sampai sekarang terus dikenang sampa ke seluruh Indonesia dan manca negara,” kata Bupati Yani yang merayakan Hari Ulang Tahun ke 41 pada 28 Juni dan Wakil Bupati Asluchul Alif pada 29 Juni.
Bupati Gresik Yani berharap, penetapan Tumpeng Nasi Krawu sebagai rekor MURI menjadi spirit untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Gresik, khususnya sektor UMKM. “Semoga dengan capaian ini (rekor MURI, red) bisa menjadikan ekonomi masyarakat Kabupaten Gresik khususnya UMKM meningkat, sehingga masyarakat semakin sejahtera,” kata Gus Yani.
Perwakilan MURI, Ari Andriani mengatakan, pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival Sego Krawu ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik dan sudah ditetapkan oleh Kementerian sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan potongan kecil-kecil daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” kata Ari Andriani.
Ari Andriani menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. "Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai Rekor Dunia, karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat," katanya. (Youn).
