Bentuk Kepribadian Santri di Keluarga, Tim Pengabdian Prodi Hukum Keluarga Islam USG Bekali Santri Al-Barokah Malang tentang Pemahaman Karakter Keluarga
![]() |
Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Sunan Gresik melaksanakan kegiatan bertajuk, 'Revitalisasi Keluarga sebagai Fondasi Masyarakat Madani: Sosialisasi Memahami Perbedaan Karakter Keluarga pada Santri Pondok Pesantren Al-Barokah Kota Malang', Jumat, 8 Mei 2026.
GRESIKNEWS.ID - Keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi awal dalam membentuk karakter, nilai dan kepribadian seseorang. Diharapkan, keluarga dapat menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai toleransi, kepedulian dan sikap saling menghargai.
Menyadari pentingnya peran tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Sunan Gresik melaksanakan kegiatan bertajuk, 'Revitalisasi Keluarga sebagai Fondasi Masyarakat Madani: Sosialisasi Memahami Perbedaan Karakter Keluarga pada Santri Pondok Pesantren Al-Barokah Kota Malang'.
Kegiatan pengabdian yang diketuai Mohammad Wildan Raja Mahasina dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Barokah Kota Malang, Jumat, 8 Mei 2026.
"Tujuannya, memberi pemahaman kepada para santri mengenai pentingnya mengenali karakter setiap individu dalam keluarga sebagai bekal membangun komunikasi yang sehat, harmonis dan penuh empati," kata Wildan Raja Mahasina.
Lebih lanjut Ketua tim pengabdian, Wildan Raja Mahasina mengatakan, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kualitas masyarakat.
"Melalui pemahaman karakter dan pola komunikasi yang baik, keluarga dapat menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai toleransi, kepedulian dan sikap saling menghargai," kata Wildan Raja.
Dalam kegiatan ini, para santri mendapatkan materi mengenai hubungan keluarga dengan terbentuknya masyarakat madani, pemahaman karakter manusia melalui teori empat temperamen Hippocrates yaitu sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis, serta wawasan mengenai perbedaan cara berpikir dan berkomunikasi antara laki-laki dengan perempuan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, refleksi diri, dan pembahasan contoh permasalahan dalam kehidupan keluarga.
Para peserta diajak memahami bahwa perbedaan karakter bukanlah hambatan dalam membangun hubungan, tetapi menjadi bagian dari keberagaman yang perlu diterima dan dipahami.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para santri. Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi keluarga yang sehat, kemampuan memahami karakter orang lain, serta membangun sikap empati dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Sunan Gresik berharap para santri dapat menjadi generasi yang mampu membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
"Pemahaman terhadap karakter keluarga diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat madani yang harmonis, beradab, dan saling menghargai," katanya. (Youn).
