PT Xinyi Solar Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik, Sumbang Devisa Lebih Dari Rp 1,9 Miliar

 

Foto istimewa : Kegiatan pemberangkatan ekspor solar glass di PT Xinyi Solar Indonesia bersama Bea Cukai Gresik, Rabu, 4 Maret 2026. 





GRESIKNEWS.ID - PT Xinyi Solar Indonesia melaksanakan ekspor perdana solar glass dari pada awal Bulan Maret tahun 2026. Sebanyak 10 kontainer diberangkatkan dari Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK JIIPE) Gresik dengan tujuan India. Ekspor tersebut menghasilkan devisa lebih dari Rp 1,9 miliar. 


Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, mengatakan, keberhasilan ekspor ini merupakan hasil sinergi antara Kantor Bea dan Cukai Gresik dan Administrator KEK Gresik dalam memastikan proses kepabeanan dan pemanfaatan fasilitas kawasan berjalan cepat, tepat dan sesuai ketentuan.


Menurut Asep Munandar, bahwa ekspor perdana ini tidak hanya menjadi capaian perusahaan, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan ekonomi di kawasan serta dukungan terhadap proyek strategis nasional di KEK JIIPE. Sebab, menghasilkan devisa lebih dari Rp 1,9 miliar. 


“Kami memandang investasi dan ekspor ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE. Dan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," kata Asep Munandar, dalam rilisnya, Rabu, 4 Maret 2026.


Oleh karena itu, Asep Munandar, menegaskan, Bea Cukai hadir untuk memastikan fasilitas kepabeanan mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional secara optimal dan akuntabel.


Sementara Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bea Cukai Gresik atas dukungan yang diberikan. 


Menurutnya, kolaborasi yang solid antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan kepastian layanan bagi pelaku usaha di kawasan. 


Sehingga, Ia menjelaskan, dari lima klasterisasi industri di KEK Gresik, PT Xinyi Solar Indonesia termasuk dalam Klaster Industri Manufaktur dan Energi Terbarukan, melengkapi klaster lainnya seperti Klaster Industri Hilirisasi Mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia.


Kehadiran investasi industri hijau di KEK Gresik menjadi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan transformasi struktur industri Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih.


"Ekspor perdana ini menjadi bukti nyata peran KEK Gresik, sebagai pusat investasi baru, pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pemerataan pembangunan industri di daerah, serta sarana transfer teknologi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri energi terbarukan," kata Ibnu Sina. (Youn). 

Next Post Previous Post